Syekh Bahauddin Naqsyabandi
Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia Muslim (meskipun sedikit di antara orang-orang Arab) serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Volga Ural.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
| Rahasia "517" ►► |
Wednesday, May 22, 2013
Grand Shaikh Al-Azhar: Keterlibatan Kanal Islami Dalam Konflik Politik Rugikan Islam
Sunday, May 12, 2013
Doa
juga adalah sambung-sinyal antara alam dengan Penciptanya
Merupakan peristiwa mahadahsyat bagi yang mata-bashirahnya tidak buta
Jika sebelum berdoa kita menyadari,Siapa kita, siapa Dia Ta'ala,
akan tumbuh rasa harap yang memicu adab kita
Manakah mungkin kita tidak beradab saat berdoa?
Doa yang kita hayati isinya,
akan melapangkan dada kita dari problematika kehidupan kita
akan membuat tenang kita,Karena merasa dalam "pelukan" Dzat Yang Mengasihi kita
Apatah mungkin kita berani bermalas-malasan setelahnya?
Doa yang Dia sukai,
adalah jika lisan, pikiran dan hati kita sama
karena Dia Mengetahui yang kita lantunkan maupun yang kita sembunyikan dalam hati dan pikiran
Bagaimana mungkin kita berdoa sambil pikiran melayang kemana-mana?
Na'udzubillahi min dzalik..!
Doa yang baik di waktu yang Dia suka
sebab itu hendaknya kita kenali kapan semua itu
Bukankah kita juga tidak suka jika orang lain minta sesuatu di waktu yang tidak tepat bagi kita?
Setelah berdoa,
adalah saat-saat nan istimewa untuk memperhatikan bagaimana Dia menyapa kita
bukan sekedar wujud dari hasil doa kita,
tapi betapa luar biasa bahwa Dia berkenan menyapa kita !!!
Inilah yang membuat para shalihin suka berdoaDan mengutamakan doa lebih dari berupaya,
dan doanya menginspirasi upayanya
Doa yang benar isinya dan adab pendoanya,
menginspirasi ikhtiar dan amal shalih kita
Dengan doa, kita bisa mentransformasi hidup kita
Dengan doa, kita bisa menyemangati kekaryaan kita
Dengan doa, kita bisa membuat hidup lebih hidup
Insya Allah..!!
Yang paling penting,
jika kita rajin berdoa, tetapi hidup kita menjadi makin MALAS,
berarti ada yang KURANG SEMPURNA atau SALAH dalam ikrar Syahadatain kita !!!
Astaghfirullah...
Laa haula wa laa quwwata illa billahi.
Wallahu a'lam bishshawwab. []
Thursday, May 2, 2013
Saya Anti-Demokrasi
Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan
Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya
diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang
mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah.
Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya
Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan
minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.
Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina
banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak,
yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350
tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan
adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen.
Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika
Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti
adalah Islam.
“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti
demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman
yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang
Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan
dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.
Kaum
Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh
peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang
membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas
kesunyatan Islam.
Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani
dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak
dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW,
melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.
Wednesday, May 1, 2013
Lahirnya Firqah Salafi (Hanbaliyyah)
Kalau yang dimaksud aliran salaf dalam masalah akidah dan theologi adalah mengikuti manhaj salafus saleh (faham Imam Malik, imam Ahmad bin Hanbal), maka sebenarnya aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Ays’ariyah dan Maturidiyah) juga mengikuti manhaj salaf tersebut. Maka bisa dikatakan dalam theologi : aliran Salafiyah-Asy’ariyah dan Salafiyah-Maturidiyah.
Namun pada kenyataannya, karena sebagian orang-orang penganut mazhab fiqih Hanbali masih mencurigai aliran Asy’ariyah (bermazhab Syafi’i dalam fiqih) dan Maturidiyah (bermazhab Hanafi dalam fiqih) mereka tetap menentang kedua aliran tersebut. Jadi yang dimaksud aliran salaf dalam pembahasan sekarang ini adalah aliran salaf pengikut mazhab Hanbali dalam fikih atau aliran Salafiyah-Hanbaliyah.
Syekh Maruf Al Karkhi ra
MENGAPA MA'RUF AL-KARKHI MENGANUT AGAMA ISLAM ?
Kedua orang tua Ma'ruf al-Karkhi beragama Kristen. Di sekolah, gurunya pernah berkata: "Tuhan adalah yang ketiga dari yang bertiga".Ma'ruf membantah: "Tidak, Tuhan itu adalah Allah yang Esa'.
Si guru memukul Ma'ruf tetapi ia tetap dengan bantahannya. Pada suatu hari kepala sekolah memukuli Ma'ruf habis-habisan. Karena itu Ma'ruf melarikan diri dan tidak seorang pun tahu ke mana perginya. Kedua orang tua Ma'ruf berkata:
"Asalkan dia mau pulang, agama apa pun yang hendak dianut-nya akan kami anut pula".
Ma'ruf menghadap 'Ali bin Musa ar-Riza yang kemudian membimbingnya ke dalam Islam. Beberapa lama telah berlalu. Pada suatu hari Ma'ruf pulang dan mengetuk pintu rumah orang tuanya.
"Siapakah itu?", tanya kedua orang tuanya. "Ma'ruf", jawabnya.
"Agama apakah yang telah engkau anut?" "Agama Muhammad Rasulullah". Ayah-bundanya segera menganut agama Islam pula.
HANYA NU YANG MAMPU BENDUNG WAHABI
Bagaimana sebenarnya Wahabi di Indonesia?
Itu sebenarnya sudah lama, tapi eksisnya sejak tahun 80-an setelah Arab Saudi membuka LIPIA (Lembaga llmu Pengetahuan Islam dan Arab). Ketika itu direkturnya masih bujangan yang kawin dengan orang Bogor. Kemudian menampakkan kekuatannya, bahkan mereka membuka yayasan-yayasan.
Setahu saya ada 12 yayasan yang pertama kali dibentuk. Antara lain As-Shafwah, Assunnah, Annida, Al-Fitrah, Ulil Albab, yang semuanya didanai oleh masyarakat Saudi, bukan oleh negaranya. Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba'isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof. Salim Badjri, muridnya adalah Syarifuddin yang ngebom Polresta Cirebon beberapa waktu lalu. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf.
Thursday, April 25, 2013
TRADISI DO'A BERSAMA YANG DIANGGAP BID'AH
Ada seorang teman yang sekarang tinggal di Bandung sebagai kiai muda, curhat kepada saya melalui SMS, bahwa ada sekelompok aliran di daerahnya, ketika selesai shalat, mereka tidak mau berdoa bersama, dengan dipandu seorang imam. Alasan mereka, hal itu tidak ada haditsnya dan termasuk bid’ah. Hal yang sama juga terjadi pada saya.
Dalam sebuah diskusi tentang bid’ah dan tradisi, di Mushalla Nurul Hikmah, Perum Dalung Permai Denpasar, pada 22 Juli 2010 yang lalu, ada seorang Salafi yang berpendapat bahwa doa bersama itu bid’ah. Ketika salah seorang teman kami berdoa sebagai penutup acara, jamaah yang hadir semuanya mengucapkan amin sambil mengangkat kedua tangan mereka. Sementara laki-laki Salafi yang menolak doa bersama tersebut, tidak ikut amin dan tidak mengangkat kedua tangannya.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh kaum Salafi itu tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Justru tradisi doa bersama, di mana salah seorang dari jamaah mengucapkan doa, sedangkan anggota jamaah lainnya membaca amin, merupakan tradisi Islami yang benar dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits hasan Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةَ الْفِهْرِيِّ وَكَانَ مُجَابَ الدَّعْوَةِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك
“Dari Habib bin Maslamah al-Fihri RA –beliau seorang yang dikabulkan doanya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak. Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai persyaratan Muslim. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid, para perawi hadits ini adalah para perawi hadits shahih, kecuali Ibn Lahi’ah, seorang yang haditsnya bernilai hasan.”















