Syekh Bahauddin Naqsyabandi

Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia Muslim (meskipun sedikit di antara orang-orang Arab) serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Volga Ural.

KH Abdurahman Wahid

Kyai Nyleneh Nan Kharismatik

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rahasia "517" ►► Selamat Datang Di Blog Kami "517" Blognya Para Pecinta Tasawuf, Sejarah Serta Penebar Cinta Kasih

Tuesday, July 2, 2013

Thariqah Naqsabandiyah

Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia Muslim (meskipun sedikit di antara orang-orang Arab) serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Volga Ural. Bermula

di Bukhara pada akhir abad ke-14, Naqsyabandiyah mulai menyebar ke daerah-daerah tetangga dunia Muslim dalam waktu seratus tahun. Perluasannya mendapat dorongan baru dengan munculnya cabang Mujaddidiyah, dinamai menurut nama Syekh Ahmad Sirhindi Mujaddidi Alf-i Tsani ("Pembaru Milenium kedua", w. 1624). Pada akhir abad ke-18, nama ini hampir sinonim dengan tarekat tersebut di seluruh Asia Selatan, wilayah Utsmaniyah, dan sebagian besar Asia Tengah. Ciri yang menonjol dari Tarekat Naqsyabandiyah adalah diikutinya syari'at secara ketat, keseriusan dalam beribadah menyebabkan penolakan terhadap musik dan tari, serta lebih mengutamakan berdzikir dalam hati, dan kecenderungannya semakin kuat ke arah keterlibatan dalam politik (meskipun tidak konsisten).

Sejarah

 
Kebanyakan orang Naqsyabandiyah Mujaddidiyah dalam dua abad ini menelusuri keturunan awal mereka melalui Ghulam Ali (Syekh Abdullah Dihlavi [m. 1824]), karena pada awal abad ke-19 India adalah pusat organisasi dan intelektual utama dari tarekat ini. Khanaqah (pondok) milik Ghulam Ali di Delhi menarik pengikut tidak hanya dari seluruh India, tetapi juga dari Timur Tengah dan Asia Tengah. Hingga kini Khanaqah masih tetap (pernah mengalami masa tidak aktif akibat perampasan Delhi oleh orang Inggris pada tahun 1857).

Monday, July 1, 2013

Shalat Kok Cuma Fikihnya Aja?

Jika seseorang ingin mendapatkan dan menikmati keindahan mutiara dari dasar lautan, tanpa adanya usaha dan niatan meraih dalam genggapan tangan, berdiam diri dari kejauahan seraya mendengarkan suara kicauan burung Camar. Apalah arti dari itu semua ?
Demi Allah…!!!  tidak ada satu pun butir mutiara yang dia dapatkan.  Cara utama yang harus ia lakukan untuk meraihnya hanyalah menyelam, membongkar batu-batu karang untuk sampai ke dasar lautan demi meraih mutiara yang diinginkan.
Begitulah perumpamaan orang-orang yang membaca bacaan shalat, tapi tidak memahami isi dari makna bacaan tersebut. Menghafal, tapi miskin pemahaman, melaksanakan shalat, tapi tidak paham makna dari bacaan dalam setiap gerakannya.
Ketika Rasulullah SAW mengharamkan khamr (minuman keras), beliau melarang dengan beberapa tahapan, tidak semerta-merta melarang secara langsung  kepada umatnya. Tapi dengan secara perlahan dan bertahap. Tidak langsung dengan ungkapan, “Jangan sekali-kali kalian meminum khamr !”, karena seandainya Rasulullah SAW langsung melarang keras meminum khamr tanpa adanya dalil atau penjelasan sebab dilarangnya, niscaya tiada seorang pun yang akan meninggalkannya.

Friday, May 31, 2013

Postur Tubuh Rasulullah saw

Ali bin Abi Thalib berkata:
“Warna kulit Rasulullah saw putih kemerah-merahan; matanya sangat hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang memanjang s
eperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila berjalan, melakukannya dengan cepat seakan-akan menuruni sebuah bukit; bila menoleh, menoleh dengan seluruh badannya; keringatnya bagai mutiara dan baunya lebih harum dari wangi minyak kasturi; tidak tinggi dan tidak pendek; tidak berkata buruk dan jahat; tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Dalam riwayat lain: “Di antara pundaknya terdapat tanda kenabian yang juga dimiliki nabi-nabi yang lain; sangat dermawan, pemaaf, jujur tutur katanya, menepati janji, lembut perangainya, mulia pergaulan, orang yang melihatnya pasti akan segan padanya, dan siapa yang bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Yang pernah melihatnya mengatakan: tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Wednesday, May 22, 2013

Hizib Dalam Tasawuf

Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara, Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak beberapa kali yaitu :
1. Surat Al Maaidah ayat 56 :
Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.
2. Surat Al Kahfi ayat 12 :
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu
3. Surat Ar Ruum ayat 32 :
dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka
4. Surat Al Fathiir ayat 6 :
Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
5. Surat Al Mujaadilah ayat 19 :
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.
6. Surat Mujadiilaah ayat 22 :
Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung.

Menembus Batas

Falikh Muhammad
Alam Mitsal (alam malakut) adalah alam yang berada antara alam makna/spiritual (alam jabarut) dan alam dunia atau alam jasmani (alam muluk). Alam muluk adalah alam dunia yang sedang kita lalui saat ini sedangkan alam jabarut adalah alam ketuhanan dan alam yang ketiga adalah alam yang akan kita bahas saat ini.
Karakter utama dari alam mitsal adalah bahwa di alam ini yang murni spiritual dimaterikan, sedangkan yang materi dispiritualkan, alam ini adalah alam perantara antara alam jasmani dan rohani yang mana mahluk jasmani seperti manusia tidak mungkin bisa berkomunikasi dengan mahluk spiritual seperti malaikat atau jin. Di alam mitsal jiwa-jiwa manusia yang sucilah yang diijinkan untuk bisa masuk, sedangkan jiwa yang masih kotor dengan dunia atau terbelenggu oleh ikatan-ikatan dunia tidak akan diijinkan masuk. Dan ini bisa dicapai ketika manusia berhasil melakukan pembersihan diri (tazkiyat al-nafs) yang pada intinya adalah penspiritualan manusia, karena alam mitsal adalah untuk jiwa yang telah dispiritualkan atau dibersihkan dari debu dunia, dan bukan untuk jiwa yang kotor, lebih-lebih bukan untuk jasad manusia. Tidak bisa entitas jasmani masuk ke dalam alam misal. Walaupun ada juga yang menempuhnya dengan jalan menyimpang mereka tertipu (terkena talbis syaithan) dan makin tersesat di dalamnya yang pada akhirnya mengaku-ngaku Waliyullah, nabi, rosul bahkan mengaku Tuhan (Na’udzubillahi min dzalik)

Grand Shaikh Al-Azhar: Keterlibatan Kanal Islami Dalam Konflik Politik Rugikan Islam

Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb menegaskan bahwa saat ini merupakan kesempatan emas bagi Al-Azhar untuk bekerja dengan seluruh kemampuannya demi mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar tidak akan mungkin berkhianat terhadap agama dan syariat Allah SWT.. Pasca kunjungannya ke Uni Emirat Arab, beliau mengatakan bahwasanya bukan tugas Dewan Ulama Senior untuk setuju atau tidak terhadap setiap draft undang-undang yang akan disahkan di Mesir. Akan tetapi, tugas Dewan Ulama Senior adalah menjelaskan kepada umat apakah draft suatu undang-undang sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Beliau juga mengisyaratkan bahwa sebagian poin dari draft undang-undang sukuk (obligasi) yang diajukan oleh MPR Mesir sesuai dengan syariat, namun sebagian poin yang lain tidak sesuai dengan syariat. Dan Dewan Ulama Senior memberikan syarat-syarat dalam draft undang-undang sukuk tersebut agar tidak mengganggu aset-aset fundamental milik negara.

Sunday, May 12, 2013

Doa

Doa adalah komunikasi antara yang tak berdaya kepada Yang Punya segalanya
juga adalah sambung-sinyal antara alam dengan Penciptanya
Merupakan peristiwa mahadahsyat bagi yang mata-bashirahnya tidak buta

Jika sebelum berdoa kita menyadari,Siapa kita, siapa Dia Ta'ala,
akan tumbuh rasa harap yang memicu adab kita
Manakah mungkin kita tidak beradab saat berdoa?

Doa yang kita hayati isinya,
akan melapangkan dada kita dari problematika kehidupan kita
akan membuat tenang kita,Karena merasa dalam "pelukan" Dzat Yang Mengasihi kita
Apatah mungkin kita berani bermalas-malasan setelahnya?

Doa yang Dia sukai,
adalah jika lisan, pikiran dan hati kita sama
karena Dia Mengetahui yang kita lantunkan maupun yang kita sembunyikan dalam hati dan pikiran
Bagaimana mungkin kita berdoa sambil pikiran melayang kemana-mana?
Na'udzubillahi min dzalik..!

Doa yang baik di waktu yang Dia suka
sebab itu hendaknya kita kenali kapan semua itu
Bukankah kita juga tidak suka jika orang lain minta sesuatu di waktu yang tidak tepat bagi kita?

Setelah berdoa,
adalah saat-saat nan istimewa untuk memperhatikan bagaimana Dia menyapa kita
bukan sekedar wujud dari hasil doa kita,
tapi betapa luar biasa bahwa Dia berkenan menyapa kita !!!
Inilah yang membuat para shalihin suka berdoaDan mengutamakan doa lebih dari berupaya,
dan doanya menginspirasi upayanya

Doa yang benar isinya dan adab pendoanya,
menginspirasi ikhtiar dan amal shalih kita
Dengan doa, kita bisa mentransformasi hidup kita
Dengan doa, kita bisa menyemangati kekaryaan kita
Dengan doa, kita bisa membuat hidup lebih hidup
Insya Allah..!!

Yang paling penting,
jika kita rajin berdoa, tetapi hidup kita menjadi makin MALAS,
berarti ada yang  KURANG SEMPURNA atau SALAH dalam ikrar Syahadatain kita !!!

Astaghfirullah...
Laa haula wa laa quwwata illa billahi.
Wallahu a'lam bishshawwab. []

Thursday, May 2, 2013

Saya Anti-Demokrasi

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.
Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.
Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Wednesday, May 1, 2013

Lahirnya Firqah Salafi (Hanbaliyyah)

Aliran Salaf (Hanbaliyah)
                    Kalau yang dimaksud aliran salaf dalam masalah akidah dan theologi adalah mengikuti manhaj salafus saleh (faham Imam Malik, imam Ahmad bin Hanbal), maka sebenarnya aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Ays’ariyah dan Maturidiyah) juga mengikuti manhaj salaf tersebut. Maka bisa dikatakan dalam theologi : aliran Salafiyah-Asy’ariyah dan Salafiyah-Maturidiyah.

                      Namun pada kenyataannya, karena sebagian orang-orang penganut mazhab fiqih Hanbali masih mencurigai aliran Asy’ariyah (bermazhab Syafi’i dalam fiqih) dan Maturidiyah (bermazhab Hanafi dalam fiqih) mereka tetap menentang kedua aliran tersebut. Jadi yang dimaksud aliran salaf dalam pembahasan sekarang ini adalah aliran salaf pengikut mazhab Hanbali dalam fikih atau aliran Salafiyah-Hanbaliyah.

Syekh Maruf Al Karkhi ra

Diriwayatkan -kedua orang tua Abu Mahfuzh Ma'ruf bin Firuz al-Karkhi adalah penganut agama Kristen. Pengisahan seorang imam Syi ah yang bernama 'Ali bin Musa ar-Riza mengenai bagaimana Ma'ruf sampai memeluk agama Islam umumnya kurang dipercayai. Ma'ruf adalah seorang tokoh mistik yang terkemuka di kota Baghdad. Ia meninggal dunia pada tahun 200 H/815 M.

MENGAPA MA'RUF AL-KARKHI MENGANUT AGAMA ISLAM ?

Kedua orang tua Ma'ruf al-Karkhi beragama Kristen. Di sekolah, gurunya pernah berkata: "Tuhan adalah yang ketiga dari yang bertiga".
Ma'ruf membantah: "Tidak, Tuhan itu adalah Allah yang Esa'.
Si guru memukul Ma'ruf tetapi ia tetap dengan bantahannya. Pada suatu hari kepala sekolah memukuli Ma'ruf habis-habisan. Karena itu Ma'ruf melarikan diri dan tidak seorang pun tahu ke mana perginya. Kedua orang tua Ma'ruf berkata:
"Asalkan dia mau pulang, agama apa pun yang hendak dianut-nya akan kami anut pula".
Ma'ruf menghadap 'Ali bin Musa ar-Riza yang kemudian membimbingnya ke dalam Islam. Beberapa lama telah berlalu. Pada suatu hari Ma'ruf pulang dan mengetuk pintu rumah orang tuanya.
"Siapakah itu?", tanya kedua orang tuanya. "Ma'ruf", jawabnya.
"Agama apakah yang telah engkau anut?" "Agama Muhammad Rasulullah". Ayah-bundanya segera menganut agama Islam pula.

HANYA NU YANG MAMPU BENDUNG WAHABI

Apa dan Bagaimana langkah Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren mencegah pergerakan Wahabi Salafi di Indonesia yang masuk ke kampung-kampung dan desa? Untuk menjawab kegelisahan ini, Majalah Risalah NU melakukan wawancara dengan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Berikut petikan wawancaranya:


Bagaimana sebenarnya Wahabi di Indonesia?

Itu sebenarnya sudah lama, tapi eksisnya sejak tahun 80-an setelah Arab Saudi membuka LIPIA (Lembaga llmu Pengetahuan Islam dan Arab). Ketika itu direkturnya masih bujangan yang kawin dengan orang Bogor. Kemudian menampakkan kekuatannya, bahkan mereka membuka yayasan-yayasan.

Setahu saya ada 12 yayasan yang pertama kali dibentuk. Antara lain As-Shafwah, Assunnah, Annida, Al-Fitrah, Ulil Albab, yang semuanya didanai oleh masyarakat Saudi, bukan oleh negaranya. Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba'isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof. Salim Badjri, muridnya adalah Syarifuddin yang ngebom Polresta Cirebon beberapa waktu lalu. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf.

Thursday, April 25, 2013

TRADISI DO'A BERSAMA YANG DIANGGAP BID'AH


Ada seorang teman yang sekarang tinggal di Bandung sebagai kiai muda, curhat kepada saya melalui SMS, bahwa ada sekelompok aliran di daerahnya, ketika selesai shalat, mereka tidak mau berdoa bersama, dengan dipandu seorang imam. Alasan mereka, hal itu tidak ada haditsnya dan termasuk bid’ah. Hal yang sama juga terjadi pada saya.

Dalam sebuah diskusi tentang bid’ah dan tradisi, di Mushalla Nurul Hikmah, Perum Dalung Permai Denpasar, pada 22 Juli 2010 yang lalu, ada seorang Salafi yang berpendapat bahwa doa bersama itu bid’ah. Ketika salah seorang teman kami berdoa sebagai penutup acara, jamaah yang hadir semuanya mengucapkan amin sambil mengangkat kedua tangan mereka. Sementara laki-laki Salafi yang menolak doa bersama tersebut, tidak ikut amin dan tidak mengangkat kedua tangannya.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh kaum Salafi itu tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Justru tradisi doa bersama, di mana salah seorang dari jamaah mengucapkan doa, sedangkan anggota jamaah lainnya membaca amin, merupakan tradisi Islami yang benar dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits hasan Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ حَبِيْبِ بْنِ مَسْلَمَةَ الْفِهْرِيِّ وَكَانَ مُجَابَ الدَّعْوَةِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك

“Dari Habib bin Maslamah al-Fihri RA –beliau seorang yang dikabulkan doanya-, berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak lah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka.” (HR. al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak. Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai persyaratan Muslim. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma’ al-Zawaid, para perawi hadits ini adalah para perawi hadits shahih, kecuali Ibn Lahi’ah, seorang yang haditsnya bernilai hasan.”

Tuesday, April 23, 2013

Nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. Tentang Ilmu

Sahabat,
Menyimak nasihat dari para kekasih Allah SWT kemudian merenungkan dan berusaha mengamalkannya adalah menjadi tekad kita semua dalam rangka mensucikan qalbu dan diri kita. Nah, dalam tulisan kali ini, kami sajikan ajaran Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. seorang ulama akhlaq yang merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW yang terkenal berakhlak mulia, faqih dalam Al-Quran, Hadits dan wawasan keislaman di zamannya.
BismillahirRahmaniRahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.
Ilmu adalah landasan setiap kemuliaan dan puncak maqam (kedudukan) yang tinggi. Itulah sebabnya Nabi saw bersabda:
“Menjadi kewajiban dari setiap muslim, pria maupun wanita, untuk mencari ilmu.”, terutama ilmu tentang ketakwaan dan keyakinan.
Imam Ali kw berkata:
“Carilah ilmu, meskipun sampai ke negeri Cina.” Terutama ilmu untuk mengenal diri – yang di dalamnya terkandung ilmu tentang Tuhan.
Rasulullah saw juga bersabda:
“Barangsiapa mengenal dirinya maka dia mengenal Rabb-nya; terlebih, hendaknya kamu memiliki ilmu yang tanpa ilmu itu, tak ada tindakan yang dianggap benar, yaitu ilmu Ikhlas. Kami berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.” Yaitu dari ilmu yang bertentangan dengan perbuatan-perbuatan yang dikerjakan secara ikhlas.

Sunday, April 14, 2013

Menguak Hakikat di Balik Muhammad dan Sholawat

Akibat pernyataan Sufi tua bahwa Sholawat sudah menjadi sunnatullah, Ustadz Dul Wahab, ustadz Jembudin at-Takriri, Ustadz Zakari as-Salaf  diiringi delapan orang muridnya dengan bersungut-sungut mendatangi pesantren sufi dan meminta penjelasan tentang pernyataan yang dianggap berlebihan yang potensial akan mempertuhan Muhammad bin Abdullah. Sufi tua yang sedang berbincang dengan Guru Sufi, Sufi Kenthir, Sufi Sudrun, Sufi Senewen, Dullah, Sukiran, dan Roben memasang wajah sangar memandang para ustadz yang akan memprotes pernyataannya.
    “Aku cuma mau meladeni orang yang mau menerima Kebenaran faktual, riil dan empirik,” kata Sufi tua ketus,”Orang yang pikirannya dibutakan oleh tafsir teks dan menolak semua fakta riil dan kenyataan empirik, silahkan keluar. Maksudku, orang seperti itu tidak perlu penjelasan tapi langsung duel sebagai laki-laki karena orang seperti itu tidak bisa diajak tukar pikiran.”

Friday, April 12, 2013

Misteri Pengarang syi'eir Tanpo Waton

Gus Dur
Di awal tahun 2011 pertama kali aku mendengar syiir tanpo waton di karang nongko di acara pengajiannya kiai husain, rutinan malam pitulasan. syiir tersebut di kumandangkan sebelum dan sesudah pengajian, syiirnya begitu menyentuh kalbu, dan mulai bait awal sampai akhir penuh makna, seluruh syiir tersebut mengandung ajaran mulai dasar sampai ke ajaran yg lebih tinggi, andai ada orang yg baru masuk islam dan hanya syiir an ini jd pegangan insya Allah dia selamat dunia akhirat.

Setelah selesei mengaji aku minta syiiran ini dari para santri melalui bleutoot dari hp ke hp
sesampai di rumah aju dengarkan lagi syiiran ini,tanpa bisa di cegah hati tergetar , perasaan begitu syahdu....air mata jatuh bercucuran, setiap kali ku ulangi syiiran ini aku menangis tersedu....begitu kuat daya magis  syiir tanpo waton ini
Beberapa bulan kemudian ketika aku pergi ketulangan sidoarjo ke rumahnya gus yusup, di rumah gus yusup sudah ada tamu seorang tua yg memakai busana muslim tapi lusuh sekali, aku tidak tahu siapa orang tua ini, tiba - tiba hpku berdering dan kebetulan nada deringnya adalah syiir tanpo waton, orang tua ini meneruskan syiir tanpo waton dari hpku dg suara yg lembut tapi serak sekali dan kulihat matanya mulai berkaca - kaca, singkat kata kami akhirnya membahas syiir tanpo waton ini, berkali kali aku bertanya kepada orang tua ini arti kata yg tidak aku mengerti di syiir tanpo waton ini, orang tua ini menjawab dg sangat gamblang sekali, aku bersyukur di pertemukan dg orang tua ini, lewat gus yusup akhirnya aku tahu siapa sebenarnya orang ini, orang ini adalah teman gus yusup yg setiap kali kalau gus yusup mengalami kegundahan dalam hatinya orang ini datang dg tiba tiba tanpa di undang ke rumah gus yusup dan memberi jalan keluar

Biografi Syeikh Ahmad Khatib Sambas

            
Syekh Akhmad Khathib Sambas
Syeikh Ahmad Khatib Sambas adalah seorang ulama yang mendirikan perkumpulan Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah. Perkumpulan thariqah ini merupakan penyatuan dan pengembangan terhadap metode dua thariqat sufi besar. yakni Qadiriyah dan Naqsyabandiyah.

               Ahmad Khatib Sambas dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan shafar 1217 H. bertepatan dengan tahun 1803 M. dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib terlahir dari sebuah keluarga perantau dari Kampung Sange’. Pada masa-masa tersebut, tradisi merantau  memang masih menjadi bagian dari cara hidup masyarakat di Kalimantan Barat.

            Sebagai sebuah daerah yang dibangun oleh Raja Tengah, keturunan dari raja Brunei Darussalam, pada tahun 1620 M. dan menobatkan diri sebagai sebuah kerajaan sepuluh tahun kemudian. Maka wilayah Sambas adalah daerah yang telah memiliki ciri-ciri kemusliman khusus sejak Raden Sulaiman yang bergelar Muhammad Tsafiuddin dinobatkan sebagai Sultan Sambas pertama.
            Pada waktu itu, rakyat Sambas hidup dari garis agraris dan nelayan. Hingga ditandatanganinya perjanjian antara Sultan Muhammad Ali Tsafiuddin (1815-1828) dengan pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1819 M. Perjanjian ini membentuk sebuah pola baru bagi masyarakat Sambas yakni, perdagangan maritim.

Thursday, April 11, 2013

Mengenal Lathoif ( 7 lathifah)


1. Latifatul-qolby Di sini letaknya sifat-sifat syetan, iblis, kekufuran, kemusyrikan, ketahayulan dan lain-lain, letaknya dua jari dibawah susu sebelah kiri, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya, Insya Allah pada tingkat ini digantidengan Iman, Islam, Ihsan, Tauhid dan Ma’rifat.

2. Latifatul-roh Di sini letaknya sifat bahimiyah (binatang jinak) menuruti hawa nafsu, , letaknya dua jari dibawah sususebelah kanan, Kita buat dzikir sebanyak-banyaknya Insya Allah di isi dengan khusyu’ dan tawadhu’.

Monday, April 1, 2013

Tahanan Palestina Ubah Penjara Israel Jadi Pusat Tahfidz Al-Qur’an


Para tahanan Palestina berusaha benar-benar menghabiskan hari-hari mereka di balik jeruji pendudukan Israel. Mereka mungkin mengalami beragam tindakan represif dan pelecehan oleh sipir penjara Israel. Tapi ternyata mereka berhasil mewujudkan banyak keistimewaan melalui ragam inovasi yang mereka lahirkan, terutama di bulan Ramadan.
Yang paling menonjol adalah keistimewaan mereka dalam hal interaksi dengan Al Quran selama bulan Ramadhan. Sebagian besar tahanan memanfaatkan detik demi detik di bulan suci di penjara, untuk memperbanyak interaksi dengan Al Quran, membaca, menghafal, belajar tajwid dan tilawah, memperdalam isi Al Quran. Jadilah, penjara-penjara Israel itu sebagai pusat-pusat pendidikan dan penghafalan Al Quranul Karim. Subhanallah.

Thursday, March 28, 2013

Tata Cara Dzikir Naqsyabandiyah

Tarekat Naqsandiyah, seperti juga tarekat yang lainnya mempunyai tata cara ritual tersendiri, sebagai berikut:
  1. Husy dar dam, “sadar diwaktu bernafas” suatu latihan dimana seseorang harus  menjaga diri dari kekhilafan dan kealpaan ketika keluar masuk nafas, supaya hati selalu merasakan kehadiran Allah. Hal ini dikarenaka setiap keluar masuk nafas yang hadir beserta Allah, memberikan kekuatan spiritual dan membawa orang lebih dekat kepada Allah. karena kalau orang lupa dan kurang perhatian berarti kematian spiritual dan mengakibatkan orang akan jauh dari Allah.
  2. Nadzar bar qadam, “menjaga langkah” seorang murid yang sedang menjalani khalwat suluk , bila berjalan harus menundukkan kepala, melihat ke arah kaki. Dan apabila duduk, tidak memandang ke kiri atau ke kanan. Sebab memandang kepada keaneka ragaman ukiran dan warna dapat melalaikan orang lain dari mengingat Allah, selain itu juga supaya tujuan-tujuan yang (rohaninya) tidak dikacaukan oleh segala hal yang berada di sekelilingnya yang tidak relevan.

Gus Dur dan Celana Dalam

Kalau Anda bersedia berpikir mandiri dan menghilangkan skeptisme psikologis atas segala hal yang selama ini menyodorkan kecurigaan dan kebingungan, sehingga Anda siap memperoleh pemahaman yang jernih dan ketentraman hati maka perkenankan saya mengajak Anda memahami Indonesia melalui Gus Dur.

Sekali lagi hapus skeptisme di benak Anda. Kapan-kapan Gus Dur bisa Anda lihat sebagai RI-1, ulama besar, dan pejuang demokrasi, tokoh ini dan itu, atau apapun saja. Tapi yang paling diperlukan kali ini pertama-tama adalah kesediaan melihat Gus Dur sebagai manusia.

Thursday, March 21, 2013

Sejarah Singkat Tarekat Naqsybandiyah


Makna "naqsyaband" adalah gabungan dari kata bahasa arab, naqsy dan band yang artinya ukiran yang terpatri, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa ia berasal dari bahasa persia yang artinya "rabithah an-naqsy" (ikatan yang terpatri/terukir). Karena Syekh Muhammad Bahauddien an-Naqsyaband berdzikir pada qalb (hati) sampai terpatri lafadz jalalah pada hatinya, maka beliau dinamakan "Naqsyabandiah"
Tradisi Naqsyabandi tidak menganggap Baha’ al-Din al-Naqsyabandiyah sebagai pendiri tarekat, atau dalam pengertian lain Tarekat Naqsyabandi bukan berawal darinya. Akan tetapi karena kebesaran namanya, sebagai seorang tokoh sufi yang besar dan pemimpin dzikir yang di hormati dan di cintai Namanya diabadikan dan digunakan sebagai bentuk penghomatan padanya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More